Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 5 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs jual beli dolar AS di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada 5 Agustus 2026 tercatat mengalami penurunan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan domestik. Data ini penting bagi masyarakat dan pelaku usaha yang memantau pergerakan nilai tukar secara real time di Indonesia.

Pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada kisaran Rp18.026 hingga Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya, yakni 4 Agustus 2026. Pelemahan ini tercatat sebesar 0,16% hingga 0,18% dari posisi hari Selasa, yang memengaruhi kurs jual beli di bank-bank besar nasional.

Bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI sebagai empat bank terbesar di Indonesia memperlihatkan variasi kurs jual dan beli dolar AS yang masih mengikuti tren pelemahan rupiah secara umum. Kurs e-rate dan TT counter yang menjadi acuan transaksi valas di bank-bank tersebut mengalami penyesuaian menyesuaikan kondisi pasar global dan domestik.

Kurs di Bank BCA

Bank Central Asia (BCA) mencatat kurs jual dolar AS di kisaran Rp18.050 dengan kurs beli sekitar Rp17.980 pada transaksi e-rate. Harga ini mengalami penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya, menyesuaikan dengan fluktuasi pasar valuta asing dan kebijakan suku bunga The Fed yang masih memengaruhi dolar AS secara global.

Kurs di Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan kurs jual dolar AS sekitar Rp18.040 dan kurs beli di angka Rp17.970. Penurunan ini mengikuti tren pelemahan rupiah yang juga dialami oleh mata uang regional lainnya seperti yen Jepang dan baht Thailand.

Kurs di Bank BRI dan BNI

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) juga menyesuaikan kurs jual beli dolar AS dengan kisaran yang serupa, yakni jual di angka Rp18.045 dan beli Rp17.975. Penyesuaian ini sejalan dengan dinamika pasar valuta asing dan sentimen investor terhadap suku bunga acuan AS.

Konteks Pelemahan Rupiah dan Pengaruh Global

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada periode awal Agustus 2026 dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung mempertahankan tingkat bunga tinggi, menguatkan dolar AS secara global. Hal ini membuat mata uang Asia lainnya seperti yen, baht, dan yuan juga mengalami pelemahan, sementara beberapa mata uang lain seperti won Korea dan dolar Taiwan justru menguat.

Menurut data pasar, pelemahan rupiah pada 4 Agustus 2026 mencapai sekitar 0,16%-0,18%. Faktor eksternal ini berperan besar dalam pergerakan nilai tukar di Indonesia, termasuk di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI.

Pengaruh Suku Bunga The Fed terhadap Kurs Rupiah

Kebijakan moneter Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga tinggi membuat dolar AS menarik bagi investor sehingga rupiah melemah. Kondisi ini berdampak pada kurs jual beli dolar di bank-bank besar yang harus menyesuaikan harga sesuai dengan kondisi tersebut untuk menjaga likuiditas dan kestabilan transaksi valas.

Perbandingan Kurs Hari Ini dengan Minggu Lalu

Jika dibandingkan dengan posisi kurs dolar pada awal Juli 2026, kurs dolar di bank-bank besar masih menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan pelemahan rupiah, meskipun tidak signifikan. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar menimbang kondisi ekonomi global yang belum stabil.

BankKurs Jual (Rp)Kurs Beli (Rp)Tanggal
BCA18.05017.9805 Agustus 2026
Mandiri18.04017.9705 Agustus 2026
BRI18.04517.9755 Agustus 2026
BNI18.04517.9755 Agustus 2026

Reaksi Pasar dan Harapan Investor

Investor dan pelaku pasar valuta asing menanggapi pelemahan rupiah dengan berhati-hati, mengamati kebijakan The Fed dan perkembangan ekonomi domestik. Penyesuaian kurs di bank-bank besar ini mencerminkan respons terhadap dinamika global yang terus berubah.

"Pelemahan rupiah saat ini adalah respons pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed yang memperkuat dolar AS. Bank-bank nasional menyesuaikan kurs jual beli untuk menjaga kestabilan pasar valas," kata analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset ekonomi.
BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow