Kurs Dolar AS Tembus Rp18.027 pada 5 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 5 Agustus 2026, tercatat mengalami pelemahan dengan nilai tukar mencapai Rp18.027 per dolar AS menurut kurs spot, naik dari posisi sebelumnya Rp17.992 pada 3 Agustus 2026. Pergerakan ini terjadi di pasar keuangan Indonesia, dipengaruhi oleh defisit perdagangan serta sentimen penguatan indeks dolar AS global.

Kurs rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada kisaran Rp18.026 hingga Rp18.029 pagi ini, sesuai data dari beberapa bank besar seperti BCA dan BRI. Data terbaru menunjukkan defisit perdagangan Indonesia pada Juni 2026 menyempit menjadi US$450 juta, turun signifikan dari US$1,61 miliar bulan sebelumnya. Namun, kenaikan harga minyak global berpotensi memperlebar defisit tersebut, yang berdampak pada tekanan nilai tukar rupiah.

Mayoritas mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada 4 Agustus 2026, termasuk yen Jepang, baht Thailand, peso Filipina, serta ringgit Malaysia. Indeks dolar AS menguat 0,13% melewati level 100, semakin menekan nilai tukar mata uang regional termasuk rupiah. Hal ini mencerminkan kekuatan dolar AS yang masih dominan di pasar global.

Kursus Dolar di Bank-Bank Besar

Beberapa bank besar di Indonesia menawarkan kurs jual beli dolar AS per 4 Agustus 2026 dengan kisaran sebagai berikut:

  • BCA: e-rate beli Rp17.985-18.030, jual Rp18.005-18.050; TT counter dan bank notes beli Rp17.820-17.850, jual Rp18.100-18.130
  • BRI: Tarif serupa dengan variasi minor tergantung jenis transaksi

Perbandingan Kurs Terbaru

Jika dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, yang mencatat rupiah menguat 0,49% di level Rp18.022 per dolar AS, maka pergerakan rupiah saat ini menunjukkan tren pelemahan kembali akibat sentimen global dan faktor domestik yang masih bergejolak.

Konteks Defisit Perdagangan dan Sentimen Global

Menurut laporan pusatdata.kontan.co.id, defisit perdagangan pada Juni 2026 yang menyempit menjadi US$450 juta memberikan sedikit ruang bagi rupiah untuk bertahan. Namun, kenaikan harga minyak dunia menjadi faktor risiko yang dapat memperlebar defisit ini di bulan-bulan mendatang. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek.

Selain itu, intervensi kebijakan moneter di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang juga memengaruhi nilai tukar mata uang Asia. Penguatan indeks dolar AS di level 100 ke atas menunjukkan bahwa dolar masih menjadi aset safe haven utama investor global, yang memicu tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

"Kondisi pasar global yang tidak menentu dan kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang menyebabkan rupiah melemah terhadap dolar AS," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset ekonomi Indonesia.
Update Kurs Rupiah 4 Agustus 2026 | Kabar Siang | tvOneNews

Cara Membaca Kurs E-Rate Bank

Kurs e-rate adalah kurs transaksi elektronik yang biasa digunakan di bank untuk transaksi valuta asing secara online dan antarbank. Perbedaan kurs e-rate dengan kurs TT atau counter bank biasanya terletak pada harga beli dan jual yang sedikit berbeda karena biaya transaksi dan spread pasar. Untuk memahami pergerakan nilai tukar, masyarakat disarankan memperhatikan kurs e-rate yang mencerminkan harga pasar lebih aktual.

Pengaruh Defisit Perdagangan terhadap Rupiah

Defisit perdagangan yang menyempit sebenarnya memberikan signal positif bagi stabilitas rupiah. Namun, ketergantungan Indonesia pada impor minyak dan komoditas lainnya yang harganya terus naik menimbulkan risiko pelemahan nilai tukar jika defisit kembali melebar. Oleh sebab itu, pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika neraca perdagangan serta sentimen eksternal seperti penguatan dolar AS dan kebijakan moneter negara maju.

BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
BCA E-rate17.985 - 18.03018.005 - 18.050
BCA TT & Counter17.820 - 17.85018.100 - 18.130
BRIData serupa dengan variasi minorData serupa dengan variasi minor

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow