Kurs Dolar AS di BCA Mandiri BRI dan BNI Stabil pada 11 Agustus 2026
Kurs jual beli dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada Selasa, 11 Agustus 2026, tercatat stabil di kisaran Rp17.860 hingga Rp17.940 per dolar AS. Data ini menunjukkan penguatan nilai tukar rupiah yang berimbas pada harga dolar di empat bank besar tersebut di Jakarta.
Kurs Jual dan Beli pada 11 Agustus 2026
Berdasarkan data terbaru, kurs beli dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI bergerak pada rentang Rp17.860 sampai Rp17.940, sedangkan kurs jualnya berkisar Rp17.920 hingga Rp17.940. Pergerakan ini hampir tidak berubah dibandingkan posisi kemarin, 10 Agustus 2026, yang juga menunjukkan kisaran serupa.
Jenis Kurs yang Digunakan Bank
Keempat bank besar tersebut menggunakan beberapa jenis kurs yang berbeda untuk berbagai kebutuhan transaksi, antara lain kurs e-Rate untuk transaksi elektronik, special rate untuk transaksi besar, TT counter untuk transaksi teller di cabang, dan kurs bank notes untuk uang tunai. Hal ini menjelaskan variasi kecil dalam harga jual beli pada masing-masing jenis transaksi.
Konteks dan Faktor Pengaruh Nilai Tukar Rupiah
Kinerja Rupiah dan Indeks Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 10 Agustus 2026 menguat 0,15% ke posisi Rp17.897 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,13% ke level 99,67. Kondisi ini menunjukkan stabilitas relatif yang diikuti oleh kurs dolar di bank-bank besar.
Menurut data terbaru, rupiah mencatat penguatan sebesar 0,49% pada akhir Juli 2026 dengan nilai Rp18.022 per dolar AS, meskipun indeks dolar AS sempat melemah karena data ekonomi AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Pengaruh Kebijakan Suku Bunga AS
Pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve AS yang memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% pada November 2025. Kebijakan ini cenderung menekan indeks dolar dan memengaruhi nilai tukar mata uang Asia termasuk rupiah.
Perbandingan Kurs Bank dan Proyeksi Pasar
Proyeksi Kurs Rupiah
Proyeksi kurs rupiah pada pekan awal Agustus 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS, sesuai laporan pasar keuangan. Hal ini mencerminkan ekspektasi stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan data kurs di BCA dan bank-bank besar lainnya.
Perbandingan Kurs BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 17.860 - 17.900 | 17.920 - 17.940 |
| Bank Mandiri | 17.870 - 17.910 | 17.930 - 17.940 |
| BRI | 17.860 - 17.900 | 17.920 - 17.940 |
| BNI | 17.860 - 17.900 | 17.920 - 17.940 |
Catatan dan Informasi Tambahan
Pergerakan kurs dolar di bank-bank besar ini penting bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melakukan transaksi valas. Penguatan rupiah memberikan sinyal positif terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri meskipun tetap perlu diwaspadai dinamika pasar global.
"Kurs dolar yang stabil di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI mencerminkan konsistensi nilai tukar rupiah yang dipengaruhi kebijakan moneter global dan domestik," ujar analis keuangan di Jakarta.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow