Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 8 Agustus 2026
Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada Sabtu, 8 Agustus 2026, tercatat mengalami penurunan seiring penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar domestik. Penurunan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve AS.
Pada perdagangan hari ini, kurs dolar AS di BCA tercatat sebagai berikut: kurs beli e-rate berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS, sedangkan kurs jual e-rate sekitar Rp18.050. Bank Mandiri mencatat kurs beli di angka Rp17.890 dan kurs jual Rp18.060. Sementara itu, BRI dan BNI menunjukkan rentang harga jual beli yang relatif serupa, dengan perbedaan kecil tergantung pada jenis layanan seperti teller counter, special rate, dan bank notes.
Data ini menunjukkan adanya penurunan kurs dibandingkan dengan posisi kurs dolar pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang sempat melemah ke Rp17.941 per dolar AS pada pagi hari, turun sekitar 0,10 persen atau 18 poin dari perdagangan sebelumnya.
Perbandingan Kurs Hari Ini dan Hari Sebelumnya
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 17.900 | 18.050 |
| Mandiri | 17.890 | 18.060 |
| BRI | 17.895 | 18.055 |
| BNI | 17.892 | 18.052 |
Jenis Layanan dan Variasi Kurs
- E-rate: Kurs elektronik untuk transaksi online dan transfer.
- TT Counter: Kurs untuk telegraphic transfer di kantor cabang.
- Bank Notes: Kurs untuk transaksi tunai uang kertas.
- Special Rate: Kurs khusus untuk transaksi nilai besar atau nasabah tertentu.
Konteks Penguatan Rupiah dan Sentimen Pasar
Penguatan rupiah terhadap dolar AS yang tercermin dari kurs di empat bank besar ini sejalan dengan pergerakan mata uang regional Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Menurut Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan.
"Penguatan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Sentimen utama pasar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan," ujar Lukman Leong, analis Doo Financial Futures.
Sentimen ini berpengaruh langsung pada nilai tukar rupiah yang dalam seminggu terakhir menunjukkan fluktuasi, termasuk penguatan ke level Rp18.022 pada 31 Juli 2026 dan pelemahan ke Rp17.941 pada 7 Agustus 2026 pagi hari, sebelum kembali menguat pada perdagangan hari ini.
Implikasi dan Cara Cek Kurs Dolar di Bank
Bagi nasabah dan pelaku usaha yang ingin mengetahui harga terkini kurs dolar di bank-bank besar, disarankan untuk memeriksa laman resmi bank terkait atau menggunakan layanan cek kurs digital yang disediakan oleh masing-masing bank, karena harga jual dan beli dapat berbeda tergantung jenis transaksi dan layanan yang digunakan.
Pergerakan kurs dolar hari ini dan kebijakan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Hal ini penting untuk dipahami oleh masyarakat yang berkepentingan dengan transaksi valuta asing maupun investasi terkait mata uang asing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow