Kurs Dolar AS di BCA Mandiri BRI dan BNI Stabil pada 17 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada hari Senin, 17 Agustus 2026, menunjukkan stabilitas dengan nilai jual yang berkisar antara Rp18.070 hingga Rp18.150 per dolar AS di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-rate untuk pembelian dolar AS di angka Rp17.990 dan nilai jual Rp18.080, sementara untuk transaksi melalui TT counter, harga beli mencapai Rp17.870 dan jual Rp18.150. Hal ini hampir setara dengan kurs yang dipatok oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada periode yang sama.

Bank Mandiri mencatat special rate pembelian dolar AS sebesar Rp18.040 dan nilai jual Rp18.070, sedangkan harga TT counter berada pada Rp17.800 untuk pembelian dan Rp18.100 untuk penjualan. Sementara itu, BNI juga menetapkan special rate pembelian pada Rp17.970 dan nilai jual Rp18.070, dengan nilai TT counter dan bank notes berada pada harga pembelian Rp17.800 dan penjualan Rp18.100.

Jika dibandingkan dengan 10 Agustus 2026, terjadi sedikit penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada tanggal tersebut, BCA membukukan e-rate beli Rp17.807 dan jual Rp17.827, sementara nilai TT counter berada di Rp17.720 untuk beli dan Rp18.000 untuk jual. Penguatan ini sejalan dengan data dari 31 Juli 2026 yang menunjukkan rupiah menguat ke level Rp18.022 dan penguatan sebesar 0,49%.

Menurut data dari beberapa bank, penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi walaupun indeks dolar AS pada 10 Agustus 2026 naik sebesar 0,13% ke level 99,67. Penguatan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS seperti yuan China dan baht Thailand juga turut memengaruhi pasar valuta asing Indonesia.

Konteks dan Faktor Penguatan Rupiah

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pertengahan Agustus 2026 didorong oleh beberapa faktor, antara lain kondisi pasar global yang mulai stabil dan sentimen positif dari data ekonomi domestik. Perkiraan nilai tukar rupiah pada pekan depan diprediksi berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan secara rutin memantau kondisi ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, khususnya special rate valas yang diterapkan oleh beberapa bank menjadi acuan penting bagi nasabah dan pelaku pasar dalam melakukan transaksi valuta asing.

Data Kurs Dolar AS di Bank Besar pada 17 Agustus 2026

BankSpecial Rate Beli (Rp)Special Rate Jual (Rp)TT Counter Beli (Rp)TT Counter Jual (Rp)
BCA17.99018.08017.87018.150
Mandiri18.04018.07017.80018.100
BRI17.89718.09917.87018.170
BNI17.97018.07017.80018.100

Reaksi Pasar dan Nasabah

Para pelaku pasar dan nasabah perbankan menilai bahwa stabilnya kurs dolar AS di bank-bank besar ini memberikan kepastian dalam melakukan transaksi valas. Hal ini juga memudahkan pelaku usaha dan investor dalam melakukan perencanaan keuangan dan investasi dengan mempertimbangkan nilai tukar yang relatif konsisten.

"Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada periode ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik yang terus membaik," ujar analis pasar valuta asing dari sebuah lembaga keuangan terkemuka di Jakarta.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat dan pelaku bisnis dapat terus memantau perkembangan nilai tukar melalui kanal resmi bank masing-masing serta peringatan dari otoritas keuangan untuk mengambil keputusan finansial yang tepat.

BCA BRI Bank Mandiri dan BNI Tampilkan Kinerja Keuangan Semester I Tahun 2026 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow