Harga Sembako 1 Agustus 2026 Naik Terdampak Kenaikan BBM dan Cuaca

Smallest Font
Largest Font

Harga sembako di Indonesia pada 1 Agustus 2026 mengalami kenaikan yang signifikan di sejumlah wilayah, terutama dipicu oleh dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi cuaca yang berubah. Pemantauan harga dilakukan secara real time dengan data dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Harga Minyak Goreng dan Beras

Minyak goreng kemasan 1 liter di pasar tradisional saat ini berada pada kisaran Rp12.000 hingga Rp14.800, sementara minyak goreng dalam kemasan jerigen 5 liter berkisar antara Rp63.000 hingga Rp67.000. Harga beras mengalami fluktuasi tergantung kualitas, dengan beras medium dan super yang menunjukkan kenaikan sekitar 3-5% dibandingkan akhir Juli 2026.

Harga Sayur dan Lauk Pauk

Musim hujan yang berlangsung saat ini menyebabkan harga sayur seperti tomat dan kentang relatif stabil atau sedikit menurun. Namun, lauk pauk seperti daging ayam dan ikan segar mengalami kenaikan harga hingga 7% disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan dan suplai yang terbatas.

Faktor Penyebab dan Dampak Kenaikan Harga

Kenaikan harga BBM yang diberlakukan pemerintah sejak akhir Juli 2026 menjadi faktor utama yang memicu melonjaknya harga sembako, terutama barang-barang yang memerlukan transportasi jarak jauh. Selain itu, faktor cuaca juga memengaruhi ketersediaan dan harga beberapa komoditas.

Menurut data dari Econiq.id, penggabungan data harga sembako dari marketplace, pemerintah, dan sosial media memberikan gambaran bahwa kenaikan harga terjadi secara merata di 34 provinsi, dengan fluktuasi harga yang mengikuti kondisi lokal masing-masing wilayah.

Perbandingan Harga dengan Periode Sebelumnya

KomoditasHarga 31 Juli 2026 (Rp/kg atau Rp/liter)Harga 1 Agustus 2026 (Rp/kg atau Rp/liter)Perubahan (%)
Minyak Goreng 1 Liter12.000 - 14.50012.000 - 14.800+1,7%
Beras Medium11.500 - 12.50011.800 - 13.000+4%
Daging Ayam35.000 - 38.00037.000 - 41.000+7%
Cabai Rawit Merah53.000 - 54.00054.450 - 55.000+1%

Reaksi dan Tanggapan

Dari sisi konsumen, kenaikan harga sembako ini dirasakan cukup memberatkan terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Sementara itu, pemerintah terus melakukan pemantauan dan intervensi pasar untuk menstabilkan harga, terutama dengan memaksimalkan distribusi dan memperketat pengawasan harga di pasar tradisional.

"Kenaikan harga sembako saat ini memang dipengaruhi faktor utama kenaikan BBM dan kondisi cuaca. Kami terus berupaya menjaga kestabilan harga melalui koordinasi dengan daerah," ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Data harga sembako juga diperkaya dengan contoh nyata dari pembeli di pasar yang mengeluhkan kenaikan harga daging ayam dan telur, sementara minyak goreng dan beberapa sayuran tetap terjangkau.

Harga Sembako Makin Pedas Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha | Official iNews

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed