Susah Ejakulasi saat Bercinta? Ini Penyebab dan Solusi Medis Terbaiknya

Smallest Font
Largest Font

Mengalami kondisi sperma lama keluar saat berhubungan intim sering kali menimbulkan kecemasan mendalam bagi pria maupun pasangannya. Kondisi medis yang dikenal sebagai ejakulasi terlambat atau delayed ejaculation ini membutuhkan pemahaman mendalam agar penanganannya tepat sasaran.

Banyak pria merasa frustrasi karena harus berusaha sangat keras demi mencapai klimaks, bahkan terkadang gagal sama sekali. Masalah ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat memengaruhi keharmonisan hubungan dan tingkat stres individu.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu demi keamanan Anda.

Ejakulasi terlambat terjadi ketika seorang pria membutuhkan stimulasi seksual yang sangat lama untuk bisa mencapai klimaks dan mengeluarkan air mani. Dalam beberapa kasus, sperma bahkan tidak bisa keluar sama sekali meskipun ereksi berlangsung dengan sangat baik.

Berapa Lama Sebenarnya Sperma Bertahan di Dalam Tubuh?

Untuk memahami mekanisme ini, kita perlu mengetahui bagaimana tubuh memproduksi dan menyimpan sperma. Sperma menempuh perjalanan selama sekitar 10 hari melalui saluran epididimis setelah diproduksi di testis.

Selama belum dikeluarkan, sel reproduksi ini tidak langsung mati begitu saja di dalam tubuh pria. Sperma dapat disimpan dalam keadaan hidup dengan fungsi yang ditekan selama sekitar dua minggu di reservoir epididimis sebelum dikeluarkan.

Jika tidak dikeluarkan melalui ejakulasi, tubuh akan menyerap kembali sel-sel sperma tersebut secara alami. Berdasarkan penelitian pada tahun 2015, sering atau tidaknya ejakulasi tidak memengaruhi kesehatan sperma secara keseluruhan.

Daya Tahan Sperma Setelah Dikeluarkan

Kondisi sperma saat berada di luar tubuh sangat bergantung pada lingkungan tempatnya mendarat. Di permukaan kering atau di luar tubuh, sperma hanya bertahan beberapa menit hingga satu jam saja karena cairan semen cepat mengering.

Namun, ceritanya akan berbeda jika sperma berada di lingkungan yang dikondisikan secara khusus. Dalam kondisi laboratorium yang terkontrol seperti proses fertilisasi in vitro, sperma bisa bertahan hingga 72 jam.

Bahkan, jika dibekukan dengan benar menggunakan teknologi kriopreservasi, sperma dapat hidup selama beberapa dekade.

Bagaimana jika sperma masuk ke dalam tubuh wanita saat berhubungan seksual? Mayoritas ilmuwan setuju sperma umumnya bertahan hingga 7 hari di dalam tubuh wanita. Meskipun ada laporan langka yang menyebut sperma bisa bertahan hingga 28 hari dalam saluran reproduksi wanita, hal tersebut merupakan pengecualian yang sangat jarang terjadi. Hubungan intim yang dilakukan 7 hari sebelum masa ovulasi pun dilaporkan masih memiliki peluang kehamilan sebesar 5%.

Berikut adalah ringkasan daya tahan hidup sperma pada berbagai kondisi lingkungan:

Daya Tahan Hidup Sel Sperma Berdasarkan Lingkungan
Kondisi LingkunganDurasi Bertahan Hidup
Permukaan kering (luar tubuh)Beberapa menit hingga 1 jam
Saluran epididimis priaSekitar 2 minggu
Dalam tubuh wanita (umumnya)Hingga 7 hari
Laboratorium (kontrol ketat)Hingga 72 jam
Pembekuan medis (kriopreservasi)Beberapa dekade

Faktor Penyebab Mengapa Sperma Sangat Lama Keluar

Kesulitan untuk mencapai ejakulasi bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah psikologis, gangguan fisik, hingga efek samping dari zat kimia tertentu yang dikonsumsi.

Pengaruh Zat Kimia dan Psikotropika

Sebagian orang keliru menganggap bahwa konsumsi zat tertentu baik untuk meningkatkan performa di ranjang. Salah satu contohnya adalah penyalahgunaan zat terlarang yang justru merusak sistem saraf.

Berdasarkan studi dalam International Journal of High Risk Behaviors & Addiction, wawancara terhadap 35 pria pengguna psikotropika jenis metamfetamin menunjukkan obat tersebut menambah kenikmatan bercinta dan memperlama orgasme.

Dalam studi tersebut, kelompok yang mengonsumsi 20 mg metamfetamin mengalami peningkatan gairah seksual 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok plasebo (0 mg).

Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi kapsul berisi 40 mg metamfetamin mengalami peningkatan gairah seksual hingga 3,5 kali lipat.

Meskipun memberikan efek peningkatan gairah yang masif secara instan, zat ini merusak saraf secara permanen. Akibatnya, dalam jangka panjang pengguna akan mengalami kesulitan ejakulasi yang parah dan gangguan fungsi ereksi yang kronis.

Faktor Medis dan Gangguan Saraf

Sistem saraf yang sehat sangat dibutuhkan untuk mengirimkan sinyal ejakulasi dari otak ke organ reproduksi. Penyakit kronis seperti diabetes, stroke, atau cedera tulang belakang dapat merusak jalur saraf ini.

Dilansir dari laman Hello Sehat, penderita stroke sering kali mengalami gangguan fungsi seksual akibat kerusakan saraf pusat yang mengontrol sensitivitas tubuh.

Selain itu, konsumsi obat-obatan resep dokter seperti antidepresan tertentu, obat tekanan darah tinggi, dan obat penenang juga sering kali memberikan efek samping berupa hambatan pada proses ejakulasi.

🔴BUGAR SEKSUAL: Susah Ejakulasi Pada Pria, Apa Penyebabnya? | Saddam Ismail

Cara Mengatasi Sperma Lama Keluar Berdasarkan Pendekatan Medis

Penanganan ejakulasi terlambat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Metode penyembuhan harus disesuaikan dengan penyebab utama yang mendasarinya setelah melalui pemeriksaan klinis.

1. Penyesuaian Konsumsi Obat-obatan

Jika kondisi ini disebabkan oleh efek samping obat yang sedang Anda konsumsi, dokter mungkin akan menyesuaikan dosisnya. Jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat resep tanpa instruksi langsung dari dokter yang merawat Anda.

2. Terapi Psikologis dan Konseling Seksual

Faktor kecemasan, stres, depresi, atau konflik dengan pasangan sering menjadi dalang utama susah ejakulasi. Terapi perilaku kognitif dapat membantu meredakan tekanan mental tersebut sehingga tubuh menjadi lebih rileks saat berhubungan intim.

3. Stimulasi Alat Bantu Medis

Pada kasus yang disebabkan oleh kerusakan saraf, dokter spesialis kedokteran fisik atau urologi terkadang menggunakan alat stimulasi khusus. Vibrator medis berkekuatan tinggi dapat digunakan untuk merangsang ujung saraf penis agar memicu refleks ejakulasi.

4. Perubahan Gaya Hidup dan Menghindari Zat Berbahaya

Menghentikan kebiasaan merokok, membatasi konsumsi alkohol, dan menjauhi obat-obatan terlarang sangat krusial untuk memperbaiki sensitivitas saraf seksual. Olahraga teratur juga membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area panggul.

Langkah penanganan terbaik untuk mengatasi gangguan ejakulasi adalah dengan segera berkonsultasi ke dokter spesialis andrologi atau urologi guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana terapi yang aman.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed