Jantung Berdebar Kencang dan Badan Lemas? Ini Langkah Darurat yang Benar

Smallest Font
Largest Font

Mengalami sensasi jantung berdebar kencang yang disertai dengan badan lemas secara tiba-tiba sering kali memicu kepanikan luar biasa bagi siapa saja. Langkah awal yang tepat dan pemahaman mengenai kondisi tubuh menjadi kunci utama untuk meredakan gejala ini sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi detak jantung yang meningkat drastis atau dikenal dengan istilah medis palpitasi, dapat terjadi kapan saja, termasuk rasa jantung berdebar saat mau tidur yang mengganggu waktu istirahat.

Penting bagi Anda untuk mengetahui batasan normal detak jantung manusia guna mengukur tingkat keparahan kondisi yang sedang dirasakan. Secara umum, rentang detak jantung normal manusia dalam satu menit berada di angka 60 hingga 100 kali per menit saat berada dalam kondisi beristirahat. Informasi mengenai batas normal ini menjadi acuan penting untuk mengenali apakah debaran yang Anda rasakan masih dalam batas wajar atau sudah memerlukan kewaspadaan tinggi.

Dilansir dari Kompas, batas detak jantung yang dianggap tidak wajar saat sedang beristirahat atau tidur adalah ketika angkanya mencapai 100 atau 120 kali per menit. Ketika detak jantung melompat melebihi batas tersebut, pasokan darah ke seluruh tubuh bisa terganggu, sehingga memicu rasa lemas, pusing, hingga keringat dingin secara bersamaan.

Detak jantung di atas 100 kali per menit saat istirahat merupakan alarm tubuh bahwa ada sistem yang sedang bekerja terlalu keras atau mengalami gangguan.

Pertolongan Pertama Jantung Berdebar Kencang di Rumah

Saat gejala ini menyerang, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menghentikan seluruh aktivitas fisik dan mencari posisi yang nyaman untuk bersandar atau berbaring. Ketenangan pikiran berperan sangat besar karena kecemasan yang meningkat justru akan membuat pelepasan hormon adrenalin semakin tinggi, yang berujung pada detak jantung yang semakin cepat.

Teknik Pernapasan Dalam dan Relaksasi

Anda bisa mempraktikkan teknik pernapasan dalam secara perlahan untuk merangsang saraf vagus yang berfungsi menurunkan denyut jantung. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dalam hitungan empat detik, tahan sebentar, lalu embuskan secara perlahan melalui mulut seperti sedang meniup lilin.

Rehidrasi Tubuh secara Bertahap

Salah satu penyebab dada berdebar tiba tiba yang paling sering disepelekan adalah kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi ringan. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah akan menurun sehingga jantung harus memompa lebih cepat demi memenuhi kebutuhan oksigen organ tubuh lainnya.

Berdasarkan informasi medis dari Primaya Fair, penambahan volume air minum dalam takaran 250 cc atau 500 cc secara perlahan dapat membantu mengatasi dehidrasi ringan yang memicu jantung berdebar. Minumlah air putih dengan suhu ruangan secara bertahap, hindari meminumnya sekaligus dalam jumlah besar dalam satu tegukan karena dapat memicu refleks mual.

7 cara mudah mengatasi jantung dada berdebar kencang karena cemas dan asam lambung naik | Hydrofarm Wellness

Mengenali Faktor Pemicu dan Cari Tahu Cara Mengatasinya

Selain masalah fisik, kondisi psikologis seperti stres akut, serangan panik, dan konsumsi zat tertentu seperti kafein atau nikotin berlebih juga sering menjadi pemicu utama. Mengidentifikasi pemicu ini secara jeli akan sangat membantu Anda dalam menentukan cara mengatasi jantung berdebar secara alami di kemudian hari tanpa ketergantungan obat-obatan.

Jika debaran terjadi akibat konsumsi kopi yang berlebihan, langkah terbaik adalah memperbanyak minum air putih dan mengistirahatkan tubuh. Namun, apabila keluhan ini disertai dengan batuk yang konisten, Anda harus mulai berhati-hati karena ada kaitan erat antara saluran pernapasan dan kinerja jantung.

Menurut edukasi kesehatan dari KlikDokter, terdapat ciri batuk karena penyakit jantung yang biasanya bersifat kering, terjadi terus-menerus, dan sering kali memburuk saat posisi tubuh sedang berbaring telentang. Batuk jenis ini terjadi karena adanya pembendungan cairan di paru-paru akibat pompa jantung yang melemah.

Waspada Gejala Kritis dan Kapan Harus ke Dokter

Meskipun sebagian besar palpitasi bersifat jinak, kombinasi antara jantung berdebar, badan lemas, dan rasa sesak di dada tidak boleh dianggap remeh. Ada kondisi darurat yang menyerupai masuk angin biasa namun berisiko fatal jika terlambat ditangani oleh tim medis.

Masyarakat sering kali bingung mengenai apa itu angin duduk dan gejalanya yang kerap datang mendadak. Angin duduk atau dalam istilah medis disebut angina pectoris, ditandai dengan rasa tidak nyaman di dada seperti ditekan atau diremas, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke otot jantung.

Perbandingan Batas Detak Jantung dan Tindakan yang Diperlukan
Kondisi Detak Jantung (per Menit)Status KesehatanTindakan Pertolongan
60 hingga 100 kaliNormal (Istirahat)Pertahankan gaya hidup sehat
100 atau 120 kaliTidak Wajar (Istirahat)Duduk tenang, lakukan teknik pernapasan
Lebih dari 120 kaliSinyal BahayaRehidrasi 250 cc-500 cc air, cari bantuan medis

Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat seperti "kenapa dada terasa sesak dan nyeri seperti diremas?" harus dijawab dengan kewaspadaan tinggi karena itu bisa menjadi indikasi awal serangan jantung. Anda juga harus memahami perbedaan gagal jantung dan henti jantung; gagal jantung adalah penurunan fungsi pompa secara bertahap, sedangkan henti jantung adalah berhentinya aktivitas listrik jantung secara tiba-tiba.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan lebih lanjut atau mengonsumsi obat-obatan tertentu secara mandiri. Penanganan dini oleh dokter spesialis jantung menggunakan alat rekam jantung atau elektrokardiogram akan memberikan diagnosis yang akurat mengenai penyebab pasti dari keluhan yang Anda alami.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed